This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

South KOrea

South KOrea

10.10.22

Masih Ragu ke Inggris? Mungkin 5 Hal ini Bisa Jadi Inspirasi!

Apakah benar demikian? Bagaimana mungkin bisa jatuh cinta pada negara yang (barangkali) belum pernah dikunjungi? Ya, jawabannya bisa saja. Saya, misalnya, sudah naksir dan penasaran pada Inggris entah berapa lama, jauh sebelum menginjakkan kaki di negeri Big Ben itu.

Bisa dibilang, masa kecil saya diwarnai senandung lagu-lagu The Beatles, diputar tiap malam oleh ayah saya. Tak hanya itu, saya jadi akrab dengan budaya sepak bola yang mengakar di Inggris karena sering menonton pertandingan Liga Inggris di televisi, dicekoki dua pria di rumah.

Di bangku kuliah, bacaan bertambah dengan syair-syair cinta asal Inggris, dari John Suckling (pernah dengar namanya?) hingga William Shakespeare. Masa-masa melankolis tersebut juga diwarnai oleh kecintaan terhadap tokoh Harry Potter, dan kemudian Sherlock Holmes.

Begitulah, ada saja hal-hal yang membuat saya kebelet ingin ke Inggris. Apalagi bermodal sepuluh jutaan saja kita juga bisa backpacking ke Inggris. Dan apabila butuh inspirasi yang dapat memancing atau mendorong kalian untuk merasakan sensasi yang sama, mungkin 5 hal di bawah ini bisa jadi salah satunya. 

1. Napak Tilas Perjalanan Musik The Beatles di Liverpool

ohelterskelter.com inggris
The Beatles Store & Cafe di Albert Dock.

Sambil mendengarkan lagu “Accros the Universe,” saya membayangkan perjalanan dari Indonesia menuju Inggris memang bagaikan membelah dunia. Belasan jam di angkasa terbayar saat menginjak kota di tepi laut ini. Untuk mengikuti tur napak tilas grup musik legendaris ini, kita harus menuju Albert Dock, daerah pelabuhan peti kemas bersejarah di Liverpool. Di sinilah tur bertajuk “Magical Mystery Tour”–sesuai judul album The Beatles yang rilis pada 1967, dimulai.

Tiket tur dapat dipesan online ataupun langsung di tempat. Saya memesan di sana karena belum memiliki jadwal kunjung yang pasti. Harga tiket sebesar £18,95 dengan durasi sekitar dua jam. Tur dimulai pukul 09.30 hingga 16.30 dengan bus kuning yang mencolok mata.

Napak tilas pun berawal dari rumah masa kecil Ringo Starr, rumah kelahiran George Harrison, Penny Lane, St Peter’s Church Hall, Strawberry Field, rumah masa kecil John Lennon dan Paul McCartney, hingga sekolah dan kampus mereka. Selain itu, peserta juga diajak menyusuri persimpangan, kafe, dan sebagainya yang muncul dalam lirik dan menginspirasi lagu The Beatles. Tur ditutup di Cavern Club, tempat The Beatles biasa manggung dulunya.

ohelterskelter.com inggris
Museum The Beatles di Albert Dock.
ohelterskelter.com inggris
Singgah di rumah keluarga Paul McCartney yang kini jadi museum.
ohelterskelter.com inggris
Penny Lane yang tersohor.
ohelterskelter.com inggris
Ketemu teman sebaya.
ohelterskelter.com inggris
Strawberry Field.
ohelterskelter.com inggris
Nunggu siapa, nih?

2. Menyambangi The Reds di Stadion Anfield

ohelterskelter.com inggris
Welcome to Anfield!

“You’ll Never Walk Alone,” begitulah ujar Tama berulang kali saat kami menaiki bus tingkat dari Albert Dock menuju Stadion Anfield. Kami sudah memesan tur secara online, dan jantung berdebar-debar saat di kejauhan stadion berwarna merah itu terlihat.

Anfield adalah kandang klub sepak bola Liverpool sejak tahun 1892. Sejarahnya begitu panjang dan entah berapa kemenangan lahir di sana. Tur mengelilingi ruang ganti, ruang makan, hingga tempat latihan dan lapangan Anfield membuat kecintaan terhadap Liverpool makin bertambah. Apalagi saat melihat sejarah dan koleksi piala di museumnya.
 
Kami pulang dengan suka cita walaupun tak sempat bertemu para pemain favorit karena tak ada jadwal latihan. Kalaupun bukan fans The Reds, kalian bisa mengunjungi Stadion Emirates (Arsenal) atau Stamford Bridge (Chelsea) di London dan Old Trafford (Manchester United) di Manchester.
ohelterskelter.com inggris
Mejeng di ruang ganti pemain.
ohelterskelter.com inggris
Waktu itu stadion sedang direnovasi.
ohelterskelter.com inggris
Koleksi Museum Anfield.
ohelterskelter.com inggris
Bersama penggemar fanatik The Reds.

3. Mengejar Sherlock Holmes di London

ohelterskelter.com inggris
Welcome to Baker Street!

Sebenarnya mudah saja mengejar Detektif Holmes di London. Datangi saja wilayah Westminster, tepatnya di 221B Baker Street. Di sana kita akan melihat rumah tingkat bercat hijau dan putih yang mengingatkan pada adegan dalam serial Sherlock Holmes saat mengintip ke bawah dan menunggu Dr. Watson.

Rumah Holmes tersebut adalah sebuah museum, di mana di dalamnya kita bisa melihat persis dekorasi dan interior kamar Holmes, juga peralatan kerjanya. Rasanya bagai masuk ke alam cerita saat berada di kursi di depan perapian tempat Holmes meladeni kliennya. Sungguh pengalaman luar biasa, dan jangan lupa membeli suvenir pipa rokok atau topi khas Holmes.

Sesudah itu, susuri Baker Street hingga Marleybone Road, di sana kita bisa menemukan Patung Sherlock Holmes berdiri gagah.ohelterskelter.com inggrisKnock knock!
ohelterskelter.com inggris
Salah satu koleksi antik!
ohelterskelter.com inggris
Ada yang bisa dibantu?
ohelterskelter.com inggris
Lupa beli tote bag ini 🙁

4. Menyusuri Jejak Harry Potter hingga Edinburgh

ohelterskelter.com inggris
Victoria Street.

Jejak Harry Potter terbilang menyebar di berbagai sudut Inggris, mulai dari Peron 9 ¾ di Stasiung King’s Cross, London, hingga Diagon Alley di Edinburgh. Asal tahu saja, J.K Rowling pertama kali menulis novel Harry Potter di sebuah kafe bernama The Elephant House, yang kini ramai dikunjungi penggemar.

Tak jauh dari sana terdapat Victoria Street, jalan berliku yang dipenuhi pertokoan yang menginspirasi lokasi menuju dunia sihir, Diagon Alley. Asyiknya, di sini kita bisa menemukan toko-toko yang menjual peralatan sihir Harry Potter. Dan apabila menyusuri sepanjang Kota Tua Edinburgh, rasanya benar-benar kembali ke era Hogwarts.

Kunjungan akan lebih lengkap dengan menyambangi Edinburgh Castle yang berada di atas bukit, dijamin bikin jatuh hati dan betah berlama-lama memandangi suasana kota dan bangunan di sekitarnya.

ohelterskelter.com inggris
Suasana di Kota Tua Edinburgh.
ohelterskelter.com inggris
Salah satu toko di Victoria Street.
ohelterskelter.com inggris
Koleksi Harry Potter.
ohelterskelter.com inggris
Kafe bersejarah.

5. Mengintip Kampus Pangeran William dan Kate Middleton di St. Andrews

ohelterskelter.com inggris
Salah satu bagian Kampus St. Andrews.

Membahas Inggris takkan terlepas dari pendidikan, dan juga kepopuleran keluarga kerajaan, misalnya pasangan Pangeran William dan Kate Middleton.

Tapi, tahukah kamu di mana mereka berkuliah? Bukan, bukan Oxford! Pasangan ini bertemu saat berkuliah di University of St. Andrews, universitas tertua di Skotlandia yang berada di St. Andrews. Sebuah kota tepi laut mungil di timur Skotlandia. Berjarak dua jam dari Edinburgh. Adalah sebuah kebahagian dapat menyaksikan keseharian di Kota Pelajar (macam Yogyakarta saja) ini.

Bangunan kampus dengan batu tuanya mengingatkan saya pada kastil yang tersebar di Inggris. Berjalan kaki lima menit, tibalah kita di reruntuhan katredal yang menghadap laut. Rerumputan hijau dan angin sepoi membuat siapa pun mendamba bersekolah di sana.

Bukan hanya itu, ternyata St. Andrews juga dianggap sebagai “The Home of Golf.” Di sinilah pertama kali olahraga golf dimainkan pada Abad 15. Kini St. Andrews memiliki lapangan golf terluas di Eropa dan jadi destinasi favorit pegolf karena lokasinya yang indah di tepi pantai.

ohelterskelter.com inggris
Enak, ya, kuliah di sini.
ohelterskelter.com inggris
Kampus menghadap pantai, siapa yang menolak?
ohelterskelter.com inggris
St. Andrews adalah kota tua di Skotlandia Timur.
ohelterskelter.com inggris
Jurusan yang menarik!
ohelterskelter.com inggris
Ada reruntuhan kastil juga di St. Andrews.

Membicarakan budaya Inggris takkan pernah habis, mulai dari musik, olahraga sepak bola dan golf, hingga pendidikan dan sastra.

Sebagai Negara yang mengawali kemajuan industri dunia, tak heran juga Inggris memiliki banyak bangunan bersejarah dan penemuan mutakhir yang memajukan dunia. Di antara asap-asap yang membumbung di udara ratusan tahun silam, kini yang dapat kita saksikan adalah kemegahan bangunan yang terjaga dan pesona alam yang terhampar di tiap musim. Entah itu musim dingin atau musim panas, Inggris selalu memberikan nuansa tersendiri yang dirindukan.

Seperti saat berbaring memandang langit biru di St. Andrews, saya membayangkan akan selalu kembali ke negeri impian ini. Apabila saya punya setumpuk alasan untuk jatuh cinta pada Inggris, apakah kalian butuh alasan yang sama?

 

Hai Islandia

Tentang Tiket Emas dan Kejutan-kejutan di Islandia

Ponsel berdenting saat pesan masuk bertubi-tubi, saya masih mengunyah roti selai di restoran sebuah hotel di Yogyakarta. Pesan dibuka. Seorang kawan memberi tahu bahwa ada maskapai penerbangan asing yang menawarkan tiket promo ke London. Saya membuka aplikasi Traveloka seperti yang ia anjurkan.

Jantung mencelus rasanya saat melihat harga yang tertera di layar. Tiket promo dari Kuala Lumpur menuju London hanya berharga sembilan ratus ribu rupiah. Saya mengeklik “Sort by Lowest Price”. Sembilan ratus ribu rupiah muncul lagi di posisi teratas. Bonus bagasi tiga puluh kilogram pula.

Tanpa pikir panjang saya menelepon Tama, bicara terbata-bata, lantas memesan dua tiket pesawat tertanggal 14 Februari 2017. Tepat Hari Kasih Sayang. Sarapan pun dilanjutkan dengan hati berdebar-debar.
  
Apakah benar? Entah perjalanan mendadak dengan persiapan ala kadar tergolong demikian.

Saya dan Tama asyik menyantap roti lapis tuna yang dibeli di toserba di depan hostel. Ditemani sebotol soda yang harganya lebih murah ketimbang air mineral. Kami berjongkok di kursi kayu karena kedinginan. Ini malam yang membekukan di London. Namun, tak sabar rasanya menanti petualangan lebih dari ini esok hari.

Yang ternyata diawali dengan urusan bagasi.

“Bagaimana ini, tas kita kayaknya kegedean,” rajuk saya pada Tama saat mengantre check-in di Bandara London Gatwick.

Saya mendengar turis di depan diminta membayar kelebihan bagasi, ukuran kopernya melebihi aturan maskapai penerbangan. Saya panik melirik tas gunung 45 liter yang dibawa Tama. Bentuknya tak keruan karena bawaan sebulan perjalanan dijejalkan di sana. Bahkan, tas punggung berisi kamera dan perlengkapan yang saya panggul cukup babon.

 Saat panik membuka laman maskapai untuk memburu informasi, petugas memanggil saya maju ke depan.

Sebuah pesan teks dari Traveloka masuk ke ponsel sebulan sebelum perjalanan. Penerbangan ke London diubah jadwalnya ke tengah malam. Apa mau dikata, padahal saya sudah memesan tiket pesawat dari Jakarta ke Kuala Lumpur untuk tanggal 13 Februari 2017. Lebih awal sehari untuk mengantisipasi penerbangan esok paginya.

Saya langsung melirik aplikasi Traveloka. Ada fitur Easy Reschedule di halaman “Flight Itinerary,” di bawah keterangan “Manage Booking.” Pilihan saya cuma reschedule atau menghanguskan tiket karena sistem uang kembali tidak berlaku untuk tiket promo. Namun, kalaupun ganti jadwal, bagaimana dengan biaya selisih tiket? Jangan-jangan lebih besar dari harga tiket aslinya? Niat diurungkan.

Sejak awal saya menganggap tiket promo ke London adalah sebuah pertanda. Petunjuk untuk mewujudkan impian saya dan Tama untuk menyambangi Negeri Api dan Es di utara Bumi. Yang kemudian menjadi prioritas adalah mencari tiket pulang dari London ke Jakarta untuk pengurusan visa Inggris. Tiket promo yang kami beli hanya berlaku sekali jalan.

Saya mengeklik Price Alerts yang berada di halaman depan untuk memonitor harga tiket pesawat yang diincar. Saya memasukkan bandara tujuan, tanggal (ternyata bisa diatur fleksibel untuk rentang sebulan), jadwal dan jumlah transit, dan mengatur notifikasi instan serta harga yang diinginkan. Saya pun duduk manis menunggu kabar.

“Kita sudah menunggu tiga jam, mungkin Auroranya tak mau muncul karena langit berawan,” ujar saya membangunkan Tama.

Mobil kami diparkir di jalan setapak di sebuah desa antah berantah di tepi laut. Berdasarkan laman Wedur, Aurora Borealis harusnya muncul di sekitar sini. Saya memandangi langit hingga terkantuk-kantuk, jam mobil menerakan pukul satu malam. Perjalanan pulang ke rumah makan waktu dua jam, Tama pasti kelelahan. Malam terakhir di Islandia mesti ditutup tanpa cahaya hijau neon yang menari-nari di langit.

Perburuan Aurora sudah terjadi sejak malam-malam sebelumnya. Pun ia tak kunjung hadir, mungkin karena badai salju dan angin yang terus menerjang Islandia minggu-minggu belakangan. Saat menunggu Aurora di dekat Air Terjun Seljalandfoss, mobil sempat tergelincir karena Tama mengantuk dan saya telanjur terlelap. Kami sama-sama tersentak saat mobil oleng dan Tama buru-buru meluruskan setir. Kami pulang dengan tegang, memandangi badai salju tanpa berkedip sedikit pun.

Perjalanan impian kami harus disudahi. Besok sudah semestinyalah beranjak.

ohelterskelter.com islandia
Mobil andalan.
islandia
Tama.
ohelterskelter.com islandia
Seljalansdfoss.
ohelterskelter.com islandia
Senangnya bertemu kuda Islandia.

Saya ingat perkataan Tante Nana, kerabat yang kami tumpangi rumahnya, “Kalau lagi beruntung, di depan rumah juga bisa kelihatan Aurora, kok.”

Saya agak kecewa ketika Tama menyalakan mesin dan mobil beranjak dari jalan berbatu. Kami kembali menyusuri jalan utama di Pantai Tenggara Islandia. Senandung lagu tahun ’90-an dari radio lokal membuat perjalanan menembus malam kian sendu. Tiada mobil lain yang melintas pada dini hari di musim dingin yang sadis di Islandia.

Saya menatap jendela dengan gundah. Tama menghibur dengan janji akan membawa saya kembali ke negeri ini untuk menyaksikan Aurora. Saya mengangguk sambil membayangkan betapa proses menuju hari ini amat panjang dan tak terduga. Apakah ada hal tak terduga lainnya yang akan menanti kami?

“Itu Aurora, ya?” senggol saya pada Tama yang menyetir. Di langit terlihat cahaya berwarna samar.

“Masa? Coba difoto.”

Mobil dihentikan di tengah jalan. Tidak ada bahu jalan tempat mobil melipir. Tama meraih kamera dan menjepret ke arah gunung salju di sebelah saya. Kami langsung melihat hasilnya di layar. Semburat hijau melayang-layang di langit.

“Iya. Ini Aurora!” teriak saya kegirangan hingga berjongkok di jok mobil.

ohelterskelter.com islandia
Akhirnya bertemu Aurora.
Tama memencet lampu hazard untuk memberi tanda bagi mobil yang akan lewat. Kemudian mengambil kamera, tripod, dan flash dari kursi belakang. Saya masih menjepret ke arah langit. Cahaya kehijauan itu kini makin jelas menghiasi langit. Saya hampir menangis.

Setelah cemas menunggu empat belas hari, visa Inggris kami disetujui. Berkat Traveloka, kami langsung membeli tiket pulang dari London saat harga pas di kantong muncul. Kali ini jatuh pada maskapai nasional Vietnam. Namun, ada satu visa lagi yang mesti diurus. Visa Schengen untuk Islandia, dan jadwal penerbangan tinggal dua minggu. Hari terasa berjalan amat lambat, hingga visa rampung lima hari sebelum keberangkatan.

Semua begitu mendadak dan mendesak. Ya, kami tak pernah mengira perjalanan ke Islandia terkabul secepat ini. Beberapa bulan sebelumnya kami sibuk berkutat dengan harga tiket pesawat ke Eropa. Kebingungan memilih negara untuk bertolak ke Islandia. Inginnya Denmark—yang dekat dengan Islandia, tapi tiketnya mahal. 

Tiket promo ke London adalah kejutan tak terduga. Tiket yang membuat kami #JadiBisa ke Islandia secepat ini. Padahal ini kali pertama saya membeli tiket pesawat internasional melalui Traveloka, sejak tahun 2014 saya hanya berlangganan tiket domestik.

ohelterskelter.com islandia
Total Rp1.877.636 untuk dua tiket ke London!
ohelterskelter.com islandia
Singgah di Edinburgh.

Sungguh, perjalanan ini merupakan rangkaian hal-hal tak terduga yang memiliki efek tak terbayangkan. Mengingat kejutan-kejutan yang mengantarkan kami ke Islandia, hingga kenaasan yang berulang kali muncul di tengah jalan, bikin saya senyum-senyum sendiri. Untunglah bagasi kami pun lolos check-in saat terbang ke Islandia.

Mungkin cerita ini biasa saja, tapi bagi saya dan Tama, munculnya tiket emas dari Traveloka telah menciptakan petualangan paling mengejutkan yang akan terus terkenang.
ohelterskelter.com iceland
Pencarian kolam air panas.

Pada hari terakhir di Islandia, saya bersikeras mengajak Tama ke wilayah barat untuk menikmati kolam air panas alami yang berada di tepi pantai. Saya tak pernah puas, padahal malamnya sudah mengharu biru melihat Aurora. Terbayang hangatnya berendam di antara tumpukan salju dan memandang laut lepas. Mengandalkan peta online, kami meluncur ke daerah yang masih asing. Hingga terlihat palang tempat yang dituju dan belokan jalan kecil menurun yang tertimbun salju.

“Mobil kita gak mungkin bisa lewat,” ujar Tama.

“Bisalah, kemarin juga bisa di Jökulsárlón,” saya mencari-cari alasan.

ohelterskelter.com islandia
Jökulsárlón.
islandia
Menikmati alam Islandia.
ohelterskelter.com islandia
Geysir.

Mobil menuruni jalan bersalju tebal, saya tetap optimis. Kami tiba di depan sebuah kabin dan Tama hendak memarkir mobil ketika tiba-tiba…

Ban belakang mobil amblas di salju. Saya turun dengan sigap dan mendorong mobil sementara Tama mengendalikan setir. Tak bergerak selangkah pun. Saya pun menghampiri dan mengetuk kabin di sana. Seorang perempuan berambut pirang keluar dan saya menceritakan kenaasan kami. Juga alasan datang ke sana.

Ia menjelaskan bahwa jalan ke kolam air panas tertimbun salju. Tak bisa dilewati.

Ban berhasil kembali ke jalan setelah didorong tiga orang. Kami memutuskan pulang karena sesungguhnya kami harus mengejar pesawat dalam dua jam. Saya berterima kasih dan buru-buru masuk ke mobil. Namun, kami panik lagi melihat tanjakan menuju jalan raya.

Dan benar saja, mobil tak kuat menanjak. Saya turun lagi, berusaha memandu agar ban keluar dari es, tapi malah makin terperosok. Untunglah, sebuah mobil mengekor di belakang. Mahasiswa asal Kanada yang tadi membantu kami cengar-cengir.

I knew this would happen,” ujarnya sambil tertawa. Ia bersiul memanggil temannya. Tiga belas orang Kanada; satu laki-laki dan dua belas perempuan berbondong-bondong menghampiri. Sebagian keluar dari mobil, sebagian dari kabin.

Leave it to the Canadian,” ujarnya lagi sambil meminta Tama keluar dari kursi supir.

Kami sudah duduk di kursi pesawat Atlantic Airways dengan tujuan Faroe Islands. Setelah bermacam drama tak terduga di Islandia, kami bisa tenang sejenak. Mungkin karena berawal dari tiket tak terduga, semestinya saya siap dengan segala kejutan dalam perjalanan ini.

Dari balik jendela, terlihat gugusan pulau berselimut salju. Pramugari menghampiri dengan sekaleng soda, pesawat harusnya mendarat sebentar lagi.

ohelterskelter.com islandia
Tertutup awan tebal.

Do you hear what the pilot says?” tanyanya amat ramah.

No, Mam,” saya memang tidak memperhatikan.

We can’t land right now because of the strong wind, we will wait for 30 minutes or we will continue the flight to Stavanger.”

Saya masih menelaah perkataannya hingga ia mendekat kembali tiga puluh menit kemudian.

We’re going to Norway,” jelasnya sambil tersenyum.

Tama menatap saya dengan ekspresi bingung bercampur gembira.

Entah apa lagi yang akan menanti kami di sana.

ohelterskelter.com islandia

 

 ohelterskelter.com

 

 

 

 

 

Menikmati Senja dan Tari Kecak Di Uluwatu Bali

Tari Kecak Bali adalah salah satu pertunjukan tari Indonesia favorit saya. Tari Kecak Bali ini biasa dimainkan di beberapa tempat untuk pertunjukan. Tari Kecak Uluwatu adalah yang paling terkenal. Kurang lebih 3 kali saya menyaksikan pertunjukan Tari Kecak Bali di Uluwatu.

Kecak Dance Bali is one of my favourite Indonesian Dance. Bali Kecak Dance usually played in some places. Kecak Dance Uluwatu is the most popular one.


 

 

5.10.22

Trip ke Hawaii Untuk Traveling Santai di Pantai

 


Jika membayangkan tentang Hawaii, maka akan terkenang air jernih berwarna biru, cuaca yang bersahabat, tanaman hijau di sekitar pantai, dan seafood khas Hawaii yang lezat.

Semakin kamu membayangkan, maka semakin tinggi hasrat untuk kembali traveling ke Hawaii.

Namun, untuk mewujudkan bayangan dengan pengalaman yang lebih fantastis, kamu harus mengetahui 10 hal saat merencanakan traveling ke Hawaii dari Frameatrip berikut ini.

 Mengunjungi Taman Nasional dan Mempelajari Sejarah

Hawaii cukup mendukung objek wisata berupa taman nasional. Kamu bisa mengunjungi Haleakala atau Taman Nasional Gunung Berapi Hawaii.

Desa Perkebunan Hawaii yang digambarkan sebagai “museum sejarah hidup dan taman botani” selama 100 tahun dari 1850 hingga 1950 adalah pengalaman mempelajari sejarah yang harus kamu dapatkan. Selain itu,

Memilih Dua Hotel yang Menawarkan Liburan Hawaii Mewah

Kamu bisa memilih hotel Waikiki Beach Marriott Resort & Spa sebagai penginapan di Hawaii. Hotel ini memiliki kamar yang sangat nyaman dan didukung dengan  pemandangan pantai yang fantastis.

Pilihan hotel selanjutnya bisa kamu pilih kalau kamu ingin traveling di sekitar Maui. Kamu bisa memilih Residence Inn by Marriott Maui Wailea. Di hotel ini kamu akan diberi kesempatan untuk memasak makanan favorit sendiri

 

 

 

 

Jangan Ragu Traveling Ke Los Angeles!

 

Menjelajah Destinasi Wisata Kota Film Hollywood Los Angeles

Los Angeles  telah lama dikenal dunia sebagai pusat  industri film dan hiburan, khususnya Hollywood, yang telah melahirkan aktor dan aktris terbaik dunia selama lebih dari satu abad.

Saat ini, Los Angeles adalah kota metropolitan dengan keragaman budaya dengan reputasi sebagai ibu kota kreatif Amerika. Pemandangan kuliner yang semarak, tempat belanja yang menakjubkan, museum yang luar biasa, dan beragam atraksi yang menarik menanti pengunjung. ThePhrase.id telah merangkum beberapa destinasi wisata Los Angeles terbaik yang wajib kamu kunjungi!

Universal Studios Hollywood

Universal Studios Theme Park terkenal dengan wahana luar biasa yang didasarkan film blockbuster. Selain itu, Universal Studios juga merupakan studio film fungsional dan atraksi ramah keluarga.

Wahana atraksi di Universal Studios mencakup segala hal mulai dari simulasi hingga roller coaster The Wizarding World of Harry Potter, The Walking Dead, The Simpsons, Transformers, Jurassic World – The Ride, dan Despicable Me Minion Mayhem. Beberapa atraksi merupakan set bertema film dan televisi yang paling populer.

Santa Monica

Santa Monica Pier Los Angeles

Santa Monica adalah tujuan yang trendi dan santai. Kota ini memiliki beragam profesi  seperti peselancar, pemain skateboard,  praktisi yoga, serta teknisi dan pebisnis. Dermaga Santa Monica yang terkenal, dengan kincir ria yang ikonik, dan hamparan pasir keemasan yang indah di sepanjang pantai adalah hal yang paling menarik wisatawan. Komunitas tepi pantai di dekat LA ini juga menawarkan berbagai pengalaman.

Natural History Museum

Museum Natural History Los Angeles

Museum Natural History paling terkenal dengan koleksi dinosaurusnya. Museum ini terdiri dari beberapa aula dan koleksi permanen besar yang mencakup berbagai topik. Aula Dinosaurus seluas 14.000 kaki persegi menampung koleksi kerangka dinosaurus yang mengesankan, termasuk urutan pertumbuhan fosil Tyrannosaurus rex, yang mencakup tiga kerangka utuh mulai dari usia bayi hingga dewasa.

Korea Selatan? Ada Apa Aja Sih?

 Sudah hampir 1 tahun berlalu sejak saya meninggalkan Korea Selatan. Walaupun saya jalan-jalan di Korea Selatan nya hanya 10 hari, tapi ada begitu banyak kenangan dan cerita seru yang tak bisa saya lupakan

 Kalau ditanya, “apa sih yang bikin kangen dari Korea?” Saya pasti menjawab, “Makanannya!” Ya, karena saya suka sekali dengan makanan pedas, jadi saya cocok dengan makanan Korea yang mayoritas itu pedas-pedas. Alhasil saya pun naik beberapa kg setelah pulang ke Indonesia. Begitu saya tiba di Jakarta, hal yang pertama kali si nyokap katakan ialah, “Jeane, kok kamu tambah bulet?” Maklum, saat saya di Korea itu pernah ada 2-3 hari kami makan 4x dalam sehari, yaitu saat pagi, siang, malam, dan tengah malam. Kebetulan teman perjalanan saya juga saat itu doyan makan. Jadi ceritanya mumpung lagi di Korea, harus dipuas-puasin makan makanan Korea nya 

 
 

    Waktu itu kami menginap di daerah Hongdae, alias daerah anak muda nya di Seoul. Di penginapan kami ini juga tersimpan banyak sekali cerita seru. Untuk pertama kalinya saya menginap di mixed dorms, cewe dan cowo itu campur. Salah satu roommate saya waktu itu ialah orang Hongkong. Waktu itu kami makan Kimbap dan minum Makgeolli rame-rame di dalam kamar, sambil sharing mengenai banyak hal juga. Seru banget! Kami pun sampai sekarang masih sering contact. Inilah salah satu yang saya suka dari traveling yaitu menemukan teman baru. Persahabatan bisa ditemukan dimana saja dan sama siapa saja, betul? 

     Ketika saya di Korea, saya banyak berinteraksi dengan orang lokal. Untuk menanyakan jalan lah, atau sekedar basa-basi. Mereka sih mayoritas tidak terlalu bisa bahasa Inggris. Kalau saya mau nanya jalan, biasanya saya incer anak muda nya saja. Anak muda biasanya bisa bahasa Inggris sedikit-sedikit, bahkan ada juga yang bisa bahasa Mandarin. Karena saya bisa bahasa Mandarin juga, terkadang saya berkomunikasi dengan mereka menggunakan bahasa Mandarin.

    Ada banyak cerita seru ketika saya berinteraksi dengan orang lokal ini. Salah satunya ialah saat hari pertama saya di Korea. Waktu itu saya dan teman-teman nanya jalan ke oppa Korea yang duduk disebelah kami. Setelah nanya jalan, kami pun mengobrol hal lain, seperti namanya siapa, dia mau kemana, dsb. Nah, saat dia menyebutkan namanya itu, saya mendengar nya seperti “Jjajangmyeon” atau “Korean Black Bean Sauce Noddles”. Itu loh, salah satu makanan khas Korea berupa mie dengan saus berwarna hitam. Saya pun keceplosan bilang, “Jjajangmyeon?” Seketika raut wajah si oppa ini langsung berubah. “Sorry, my friend is starving now. We haven’t had lunch.” Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh teman saya ke si oppa itu. Untungnya sih dia tidak marah. Tapi sejujurnya, memang saat itu saya sangat lapar dan ingin makan Jjajangmyeon

    Tidak hanya cerita konyol, tapi ada juga cerita yang membuat saya sangat shock, yaitu saat hari keempat saya di Korea. Bayangkan, ada seorang lelaki berkewarganegaraan Korea yang tiba-tiba meminta saya untuk menjadi istri anak laki-laki nya. Katanya sih anaknya ini dokter, tidak pernah minum minuman alkohol, dan orang yang baik-baik. Entah ini memang beneran atau penipuan. Sayangnya yang meminta saya ini bapaknya, coba kalau anak nya beneran, mungkin saya masih bisa consider

    Ada teman seperjalanan saya yang mengatakan kalau Korea itu seperti di surga. Satpam, tukang bersih-bersih, tukang sapu nya aja ganteng banget, seperti artis Korea. Setiap hari kami cuci mata, baik itu di bus, subway, ataupun di jalanan. Yang perempuannya juga cantik dan mulus-mulus banget. Plastic surgery di Korea memang luar biasa! Kosmetik nya juga luar biasa, murah banget. Korea itu surganya para pecinta kosmetik, terutama di Myeongdong, suatu area di Seoul yang isinya kebanyakan toko-toko kosmetik dan skin care nya Korea.

    Sebenarnya semua hal diatas itu tidak akan menjadi seru kalau “level kegilaan” teman seperjalanannya tidak sama. Untungnya sih teman seperjalanan saya ke Korea kemarin “level kegilaannya” sama dengan saya. Jadi semuanya terasa seru dan berkesan.

    Di Korea juga saya bertemu kembali dengan teman lama saya yang memang asli orang Korea. Awalnya kami bertemu di Beijing saat kami sekolah bahasa disana. Ketika saya mengunjungi negara nya mereka, saya pun tidak lupa untuk contact semua teman Korea saya itu. Namun karena kesibukan mereka juga, jadi hanya beberapa orang saja yang bisa diajak ketemuan dan itu juga hanya beberapa jam saja. Walaupun begitu, saya merasa senang sekali bisa bertemu dengan mereka lagi saat hari kedelapan dan hari kesembilan saya di Korea. Mereka pun janji akan datang ke Indonesia, dan sampai saatnya nanti kami akan bertemu kembali.

One of my Korean bestfriend

Saranghae <3

    Setelah reunian dengan teman Korea saya itu, saya menjadi tambah semangat untuk keliling negara lainnya lagi untuk reunian dengan teman saya di berbagai macam negara. Ada satu quote berbahasa Mandarin yang berbunyi, “有缘的人总是再见面” yang artinya ialah “Orang yang berjodoh pasti akan bertemu kembali.”

    Saya merasa di setiap negara dan setiap kota yang saya kunjungi itu pasti ada kenangannya tersendiri. Saya ingin menorehkan kenangan indah sebanyak-banyaknya di berbagai macam negara. Saya juga ingin terus mempertahankan persahabatan saya dengan teman dari berbagai macam negara.

    Setelah menulis pengalaman seru saya di Korea ini, saya jadi kangen Korea. Ingin rasanya pergi kesana lagi. Masih banyak tempat yang belum saya kunjungi di Korea. Masih ada teman lama yang belum sempat ketemu lagi juga di Korea. Waktu itu saya perginya di bulan Oktober untuk menikmati Autumn disana. Kalau nanti ada kesempatan ke Korea lagi, saya mau pergi di bulan Maret/April untuk menikmati Spring di Korea. Katanya sih kalau ke Korea itu enaknya pergi saat Autumn atau Spring.

    Nah ketika saya merencanakan jalan-jalan, saya pasti selalu cari tiket murah. Alasannya, biar duitnya itu dipakai lebih banyak untuk hal lain seperti kuliner atau shopping  Lihat saja, itinerary dan budgeting ke Korea saya kemarin. Waktu itu saya mendapat tiket Airasia PP Jakarta-Seoul cuma 3,8 juta. Ini lah salah satu cara saya menekan budget ketika jalan-jalan.

    Ketika saya mencari tiket murah, biasanya saya selalu track price di Skyscanner.com. Jadi setiap kali ada perubahan harga, kita selalu dikirimin infonya lewat Email oleh Skyscanner ini. Track price lewat Google Flights juga bisa sih, tapi biasanya harga di Skyscanner lebih murah. Karena kalau Skyscanner itu compare harga nya dari seluruh website yang jual tiket pesawat. Terus yang saya suka dari Skyscanner juga ialah ada banyak fitur nya, seperti pilihan Multicity, Penerbangan Terdekat, mau pakai Penerbangan apa, dll. Bahkan bisa cek harga per bulannya. Jadi lebih gampang untuk cek tiket murah.

Terima kasih Korea atas segala kenangan indah dan cerita serunya! Saranghae <3

“PLEASE BE A TRAVELER, NOT A TOURIST. TRY NEW THINGS, MEET NEW PEOPLE, AND LOOK WHAT’S RIGHT IN FRONT OF YOU. THOSE ARE THE KEYS TO UNDERSTANDING THIS AMAZING WORLD WE LIVE IN.”


Jadikan Australia Sebagai Tujuan Traveling Kamu!

 

 
Keindahan yang Bakal Kamu Temukan Saat Road Trip di Australia. Bikin Pengen Buru-buru Liburan!

Siapa yang kalau nonton film internasional jadi pengen liburan ke sana karena melihat pemandangan jalannya indah banget? Memang beberapa film suka menampilkan adegan mereka pindah ke rumah baru atau road trip. Selama perjalanan terhampar indahnya padang rumput, hutan lebat yang asri, sampai pemandangan pantai yang keren banget. Salah satu negara yang sering kita temui di film adalah Australia. Negara ini memang menawarkan keindahan alam yang bakalan bikin kamu mupeng. Bahkan nggak cuma di tempat wisata, kalau kamu melakukan road trip pun bisa menemukan keindahan yang nggak bakal kamu lupakan. Cek deh lima foto keindahan pemandangan kalau kamu nge-road trip di Australia berikut ini.

 

The Great Ocean Road (Melbourne ke Adelaide)

Salah satu rute road trip yang ikonik di Australia adalah The Great Ocean Road. Kamu bisa melewati rute ini jika pergi dari Melbourne menuju Adelaide. Kenapa ikonik? Soalnya selama empat hari perjalanan, kamu bakal disajikan pemandangan kota kecil di dekat laut sampai puncak tebing yang indah. Di hari pertama (Melbourne-Apollo Bay), kamu bisa berkunjung ke  Torquay yang sering disebut ibu kota selancar Australia. Kemudian di hari kedua (Apollo Bay-Port Fairy),  berkendaralah ke 12 Apostles untuk melihat tumpukan batu kapur yang menjulang tinggi dari pantai pesisir dataran Victoria.

Hari ketiga (Fairy Port-Robe), saatnya menjelajah kawasan Mount Gambier. Pertama-tama, cicipi sarapan di Bank St + Co. Lalu kamu bisa mampir dulu ke Umpherston Sinkhole, semacam taman di dalam gua vertikal yang punya banyak spot kece untuk foto-foto. Setelah itu, kamu bisa mengunjungi Piccaninnie Ponds untuk menjajal snorkeling atau diving di kolam air tawar superjernih dengan keindahan bawah air istimewa. Hari terakhir (Robe-Adelaide), mulai hari dengan berenang di Long Beach dan lanjutkan perjalanan ke Adelaide. Di kota ini, kamu bisa menemukan berbagai macam festival dan jajan makanan yang murah-murah!


 

 Hutan hujan kuno, Legendary Pacific Coast  (Sydney ke Brisbane)

Kalau mau road trip bareng orang tersayang untuk mendapatkan pengalaman lengkap, kamu harus coba rute Sydney ke Brisbane. Selain bisa menjelajahi kilang anggur terkenal di Hunter Valley, bukit pasir Port Stephens, pantai di Byron Bay, kamu juga bisa merasakan atmosfer yang seru di hutan hujan kuno Pacific Coast New South Wales yang legendaris! Hari pertama (Sydney-Newcastle), berkendara ke Bateau Bay untuk jalan kaki santai di Coast Walking Track, Wyrrabalong National Park. Treknya indah karena kamu bisa melintasi puncak bukit yang penuh dengan hamparan bunga liar dan pemandangan laut. Hari kedua (Newcastle-Pokolbin), kamu bisa berkunjung ke New South Wales, Hunter Valley yang terkenal akan kilang anggur premium. Berlanjut ke hari ketiga (Pokolbin-Port Stephens), nikmati serunya berenang atau bermain kayak saat pagi hari di Port Stephens.

Mau bertemu hewan khas Australia? Pada hari keempat (Port Stephens-Coffs Harbour), kamu bisa berkunjung ke Koala Hospital untuk melihat koala-koala yang sedang dirawat. Atau mampir ke Billabong Zoo untuk melihat dari dekat hewan-hewan eksotis Australia. Hari kelima (Coffs Harbour-Byron Bay), cobalah bersantai di resor The Byron at Byron yaitu penginapan yang berada di tengah hutan hujan subtropis dengan akses langsung ke Tallow Beach. Hari keenam (Byron Bay-Gold Coast), coba berkendara  selama 90 menit ke utara melintasi perbatasan Queensland dan menuju pedalaman Gold Coast yang rimbun dengan hamparan hutan yang indah. Hari terakhir (Gold Coast-Brisbane), jangan lewatkan serunya main paddleboard di Surfers Paradise. Road trip yang dijamin seru banget!

 

Great Eastern Drive, Tasmania

Buat kamu yang suka liburan ke pantai, nggak boleh melewatkan road trip di sepanjang Great Eastern Drive Tasmania. Selama lima hari perjalanan, kamu bakal terpana banget sama pemandangan pantai dan laut yang super biru! Hari pertama (Hobart-Orford), luangkan waktu untuk naik kapal feri selama 30 menit ke pulau terpencil Maria Island. Di pulau ini kamu bisa melihat hewan eksotis Australia, menjelajah di hutan semak, sampai belajar sejarah tentang penjara Tasmania. Lanjut hari kedua (Orford-Swansea), ini dia perjalanan yang ditunggu. Kamu bisa menikmati negara salah satu perjalanan pesisir terindah di Australia. Berkendara ke arah utara, kamu bisa melihat indahnya pantai pasir putih dan puncak granit merah muda Freycinet Peninsula. Sementara sore harinya, kamu bisa berenang, berselancar, atau menyelam di sekitar Mayfield Bay Coastal Reserve.

Hari ketiga (Swansea-Freycinet National Park), coba mampir ke Wineglass Bay Lookout untuk menelusuri pegunungan dan turun ke pantai. Setelah itu, kamu bisa main kayak, snorkeling, atau bahkan menyelam di Honeymoon Bay. Untuk penggemar kartun  Taz-mania, road trip ini bakal jadi berkesan banget karena kamu bisa ketemu hewannya langsung. Hari keempat (Freycinet National Park-St Helens), cobalah menuju Bicheno yaitu habitat bagi Tasmanian devil, quoll, koala, ular, dan kakaktua. Pada hari terakhir (St Helens-Bay of Fires), saatnya bertualang ke Mount William National Park dan jelajahi  jalur pesisir cantik lalu akhiri perjalanan di rumah pantai khas Tasmania dengan pemandangan lautan yang biru.